Jumat, 26 Februari 2016

Teruntuk seseorang..

 Hampir sebulan sudah kata putus terkirim lewat bbm darimu. Tapi mengapa bayangmu masih terasa menusuk hati.

 Aku bukannya tak ikhlas dengan keputusanmu..tak mengapa..kau boleh pergi jika memang tak ingin menetap dihatiku.

  Tapi jujur seperti ada yang mengganjal di hatiku. Dan rasanya aku terus tersiksa dengan situasi ini. Aku tak tau apa ini. Rasanya menyiksa.

 Aku mungkin tak mengingatmu sebagai seseorang yang spesial lagi sama halnya denganmu yang juga sudah melupakanku. Tapi tiap kali ku mengingatmu serasa ada yang mengganjal dihati. Aku tak paham. Aku bahkan telah berusaha menjauhkan diri. Sejauh jauhnya agar bisa melupakanmu.

  Mungkin ada kata yang belum sempat terucap dari bibirku. Tapi kau bilang tak perlu lagi membahasnya..tak perlu lagi mengingatnya..tak perlu lagi..tak perlu lagi.

 Kaget. Tersinggung. Terluka. Sedih. Kecewa. Tersiksa.

 Ah..mungkin salahku sendiri yang terlalu memikirkannya. Nyatanya ku llihat kau baik-baik saja. :)

  Tapi diatas semua rasa sakit itu, aku ingin berterimakasih sebesar-besarnya buat pembelajaran yang kau berikan. Terimakasih untuk semua rasa ini. Terimakasih juga telah mengajariku bagaimana rasanya terluka. Terimakasih telah menunjukkanku cara melupakan. Terimakasih telah mengajariku cara untuk bangkit dari kesedihan. Terimakasih telah memberitahuku bahwa cinta manusia mudah datang dan pergi.

  Ijinkan pulalah aku meminta maaf jika aku juga punya kekurangan. Maaf jika aku punya salah. Maaf jika aku mungkin saja mengabaikanmu. Maaf jika aku terkesan biasa-biasa saja. Maaf jika peduliku berlebihan hingga aku harus kembali mengingat semua ini. Ahh..resiko jadi orang sensitif.

 Akhir kata semoga kau dan aku berbahagia. Aku selalu mengasihimu. Selamat Pagi.

26 Februari 2016 01:56